Kamis, 26 Oktober 2017



Tugas Softskill Ke-1

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
1. Definisi Sistem
           Sistem  adalah  kumpulan atau group  dari  sub  sistem atau bagian atau komponen  apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lainnya dan   bekerja   sama   secara   harmonis   untuk   mencapai   satu   tujuan tertentu (Susanto, 2013).
           Sistem  adalah  kumpulan  elemen  yang  saling berinteraksi  dalam  suatu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama (Sutarman, 2009).
           Sistem  adalah  jaringan  prosedur  yang  dibuat  menurut  pola  yang  terpadu    untuk    melaksanakan     kegiatan-kegiatan    pokok    perusahaan  sedangkan   prosedur   adalah   suatu   urutan   kegiatan   klerikal,   biasanya  melibatkan beberapa  orang  dalam  satu  departemen  atau  lebih  yang  dibuat untuk  menjamin  penanganan  secara  seragam  transaksi  perusahaan  yang terjadi secara berulang-ulang (Mulyadi, 2010).
           Berdasarkan dari beberapa definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu dan merupakan kumpulan sub sistem atau elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2. Definisi Informasi
           Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1991).
           Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan (Moeliono, 1990).
           Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan (Sidharta, 1995).
           Berdasarkan dari beberapa definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diproses atau diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti dan berguna untuk pengambilan sebuah keputusan.

3. Definisi Psikologi
           Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya (Syah, 2001).
           Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya (Dakir, 1993).
           Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung (Pustaka, 1990).
           Berdasarkan dari beberapa definisi para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, binatang serta lingkungannya yang dapat dilihat secara langsung atau tidak.

4. Definisi Sistem Informasi Psikologi
           Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat komponen-komponen yang merupakan kombinasi dari manusia dan teknologi serta dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna dan bertujuan untuk pengambilan keputusan.
      Contoh Sistem Informasi: Sistem layanan/informasi akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester. Dengan adanya layanan sistem informasi ini, sangat memudahkan mahasiswa dalam setiap kepentingannya, ketika mengisi KRS kita tidak harus berangkat ke kampus hanya untuk mengisi KRS saja. Kita sudah bisa mengakses lewat internet sehingga bisa di akses dimana saja sekalipun kita sedang berada di luar kota. Semua informasi bisa kita dapatkan disini, mulai dari rekap nilai kita dalam setiap semester, kemudian pendaftaran-pendaftaran seperti KKN, wisuda, dll.

ss


Daftar Pustaka
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Davis, G. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian I pengantar. Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.
Moeliono, A. M. (1990). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Depdikbud Balai Pustaka.
Muhibbun, S. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Mulyadi. (2010). Sistem akuntansi, edisi ke-3, cetakan ke-5. Jakarta: Salemba Empat.
Pustaka, C. A. (1990). Ensiklopedia nasional Indonesia jilid 13. Jakarta: Cipta Adi Pustaka.
Sidharta, L. (1995). Sistem informasi bisnis: pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo.
Susanto, A. (2013). Sistem informasi akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
Sutarman. (2009). Pengantar teknologi informasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Minggu, 15 Januari 2017

Kekuasaan dan Pengaruh

PENGARUH MANAGEMENT PERUSAHAAN

  1. Pengaruh Management Perusahaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya. Surakhmad (1982:7).
Kekuasaan adalah hanya kapasitas memengaruhi orang lain menunjukkan potensi mengubah sikap dan perilaku seseorang sedangkan pengaruh adalah setiap  perilaku yang berusaha mengubah skap atau perilaku seseorang (McShane & Von Glinov, 2010).
Kekuasaan absolut “influencer” dan “influence” tidak sepenting disparitas di antara mereka (Colquitt, LePine, Weason, 2011).
Maka influence atau pengaruh adalah penggunaan perilaku aktual yang menyebabkan perubahan perilaku atau sikap orang lain. Pengaruh adalah penggunaan perilaku actual yang menyebabkan perubahan sikap atau perilaku seseorang atau kelompok organisasi. Pengaruh (influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.


 2. Dampak dari pengaruh

Manajemen Strategi dapat memberikan pengaruh yang besar kepada perushaan yang memekai sistem manajemen tersebut. kebanyakan dari pengaruh tersebut menghasilkan dampak yang positif bagi perusahaan itu tersendiri. Salah satunya adalah aktivitas formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. Jadi setiap perusahaan mendapati masalah, perusahaan akan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat. Dan juga akan memberi kemampuan untuk para pegawai yang berjabatan tinggi kemampuan menganilisis suatu masalah, dan menyelesaikannya dengan baik dan cepat.
Proses manajemen strategi pun akan memberikan hasil keputusan terbaik dikarenakan interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar. Dan keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka, dan juga dapat meningkatkan kualitas produksi pada perusahaan serta dapat mempercepat waktu produksi.
  

3. Contoh pengaruh positif dan negativ terhadap perusahaan
       
       a. Positif
Pada perusahaan jabatan tertinggi adalah sebagai influence bagi karyawannya, jadi jika direktur perusahaan disiplin dan tepat waktu maka akan diikuti atau ditiru oleh karyawannya sehingga karyawan tersebut dapat datang tepat waktu dan disiplin, karena seorang direktur mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap karyawannya.
       b. Negatif

Jika direktur perusahaan jarang hadir dan jarang berinteraksi dengan karyawannya maka akan memberikan pengaruh negative karena tidak adanya pengaruh yang dari atasannya sehingga dapat menimbulkan penurunan kinerja pada perusahaan tersebut.

Rabu, 16 November 2016

Tugas Softskill (Psikologi Management)

Contoh requitment dan iklan
.     Contoh Requitment HRD
Perusahaan kami bergerak di bidang F&B (Restaurant). Kantor Pusat berlokasi di daerah Senayan, saat ini membutuhkan pegawai untuk posisi berikut :
Tanggung Jawab Pekerjaan :
• Bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan, mulai dari mencari calon karyawan, wawancara hingga seleksi.
• Melakukan seleksi, promosi, dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu.
• Bertangggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.
• Bertanggung jawab pada hal yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Asuransi Kesehatan.
• Melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan.
• Bertanggung jawab penuh terhadap dokumen perusahaan baik mengelola dan melakukan perpanjangan.
• Tekun, teliti, loyalitas, mampu bekerjasama dalam team dan mampu berkomunikasi dengan baik
Syarat Pengalaman :
• Pengalaman kerja di bidang HR minimum 2 th (pengalaman di bidang restaurant merupakan nilai plus)
Keahlian :
• Lancar menggunakan MS Office
Kualifikasi :
• Usia maksimum 35 th
• Pendidikan S1 Psikologi
• Pengalaman kerja di bidang HR minimum 2 th (pengalaman di bidang   restaurant merupakan nilai plus)
• Memahami UU Ketenagakerjaan No. 13, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
• Memahami surat perjanjian kerja, struktur organisasi serta pembagian tugasnya
• Lancar menggunakan MS Office
• Dibutuhkan segera untuk penempatan di Kantor Pusat (Senayan)
Tunjangan :
Uang Transport
Waktu Bekerja :
Senin – Jumat ( Jam 08.00 – 17.00 )

2.     Contoh Requitment Accounting
Membuat Laporan Keuangan untuk pajak
Tanggung Jawab Pekerjaan :
membuat dan bertangung jawab atas data keuangan untuk pajak
Syarat Pengalaman :
Minimal 2 tahun di bidangnya
Keahlian :
·         Ms. Officer terutama Excel
·         Paham Tentang Seluruh Pajak untuk Perusahaan
Kualifikasi :
·         Usia 25 – 35
·         Jujur
·         Teliti
·         Sertipikat Brevet A dan B sangat Disukai
Tunjangan :
BPJS kes dan Ket
Insentif :
Lembur
Waktu Bekerja :
jam 08.00 sampai 17.00 Senin – Jumat

3.     Contoh Requitment Bagian Produksi
JOB RECRUITMENT :
–Operator Mesin
– Quality Control
– Operator Produksi
– Operator Packing
– Staff Administrasi
– Staff Gudang
– Staff Data Entry
– Security
– Resepsionis
KUALIFIKASI :
– Wanita Maksimal Usia 18 s/s 24 Tahun
– Pendidikan Minimal SMA / K sederajat
– Tinggi P : 160 cm
– Berat : Ideal
– Sehat Jasmani & Rohani
– Tidak bertato dan bertindik
– Berkomunikasi dengan baik
– Bisa bekerja sama dengan tim atau individu
FASILITAS :
– Gaji UMR
– Tunjangan Kesehatan BPJS
– Uang Makan dan Transportasi
– Tunjangan dan lemburan
– Mess
Cara Via SMS : Nama/Umur/Alamat/Pendidikan Terakhir/Jenis Kelamin/No Hp
KET ; USIA MAKSIMAL 18 s/d 24 TAHUN
Kirim CV Lamaran / Data Diri lewat Via EMAIL Maupun SMS ke Contacts us : cakrapermatasakti11.hrd(add) dan ke kontak hp : 0815.1138.7250
Bagi anda yang berminat kerja segera hubungin kami secepatnya.
Terima Kasih.
Contoh Iklan
Promo meriah!!! Converse X Comme des Gargons kini beli satu gratis satu dan juga size lengkap, promo ini hanya berlaku hari ini. Ayo segera dapatkan sneakers  keren ini!!!
Target pasar dari contoh iklan di atas adalah untuik pria dan wanita terutama untuk para pecinta dan pengoleksi sneakers.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Definisi Pengaruh dalam Organisasi

Pengaruh (influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.
Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan.
Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.
Keberadaan pengaruh dalam suatu kepemimpinan memiliki andil yang besar, yaitu dalam hal menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan yang sudah di tetapkan. Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal-balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.
Ø  MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Ø  Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya.
Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

Pengaruh Taktik dalam Organisasi

Untuk memahami komponen politik dari organisasi, mengkaji taktik dan strategi yang digunakan oleh seseorang atau sub unit untuk meningkatkan peluangnya dalam memenangkan permainan politik, individu atau sub unit dapat menggunakan beberapa taktik poltik untuk memperoleh kekuasaan dalam mencapai tujuan. Taktik memainkan politik dalam organisasi adalah sebagai berikut:
a)      Meningkatkan ketidakmampuan mengganti. Jika dalam suatu organisasi hanya ada satu-satunya orang atau subunit yang mampu melakukan tugas  yang dibutuhkan oleh subunit atau organisasi, maka ia atau subunit tersebut dikatakan sebagai memiliki ketidakmampuan mengganti.
b)      Dekat dengan manajer yang berkuasa. Cara lain untuk memperoleh kekuasaan adalah dengan mengadakan pendekatan dengan manajer yang sedang berkuasa.
c)      Membangun koalisi. Melakukan koalisi dengan individu atau sub unit lain yang memiliki kepentingan yang berbeda merupakan taktik politik yang dipakai oleh manajer untuk memperoleh kekuasaan untuk mengatasi konflik sesuai dengan keinginanya.
d)     Mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dua taktik untuk mengendalikan proses pengambilan keputusan agar penggunaan kekuasaan nampaknya memiliki legitimasi dan sesuai dengan kepentingan organisasi yaitu mengendalikan agenda dan menghadirkan ahli dari luar.
e)      Menyalahkan atau menyerang pihak lain. Manajer biasanya melakukan ini jika ada sesuatu yang tidak beres atau mereka tidak dapat menerima kegagalannya dengan cara menyalahkan pihak lain yang mereka anggap sebagai pesaingnya.
f)       Memanipulasi informasi. Taktik lain yang sering dilakukan adalah manipulasi informasi. Manajer menahan informasi, menyampaikan informasi kepada pihak lain secara selektif, mengubah informasi untuk melindungi dirinya.
g)      Menciptakan dan menjaga image yang baik. Taktik positif yang sering dilakukan adalah menjaga citra yang baik dalam organisasi tersebut. Hal ini meliputi penampilan yang baik, sopan, berinteraksi dan menjaga hubungan baik dengan semua orang, menciptakan kesan bahwa mereka dekat dengan orang-orang penting dan hal yang sejenisnya.
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempen-garuhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992).
            Hasil penelitian Yukl dkk, menunjukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
1.    Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
2.    Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
3.    Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
4.    Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
5.    Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
6.    Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
7.    Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
8.    Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
9.    Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.
Pilihan mengenai perilaku mempengaruhi tergantung pada position power dan personal power yang dimiliki pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya pada situasi tertentu. Perilaku mempengaruhi seorang pemimpin secara langsung mempengaruhi sikap dan perilaku orang yang dipimpin baik berupa komitmen, kepatuhan maupun perlawanan. Hasil dari proses mempengaruhi, juga mempunyai efek umpan balik terhadap perilaku pemimpin.Selain itu, dampak kekuasaan pemimpin pada dasarnya tergantung pada apa yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi orang yang dipimpin.Dengan demikian, hasil dari usaha mempengaruhi merupakan akumulasi dari keterampilan mempengaruhi, perilaku mempengaruhi, dan kekuasaan pemimpin.
Ada 3 proses mempengaruhi, yaitu:
o   Kepatuhan instrumental: Seorang target melaksanakan tindakan yang diminta untuk tujuan mendapatkan imbalan yang pasti atau menghindari hukuman. Level dukungan yang diberikan mungkin sangat kecil yang diperlukan untuk mendapatkan penghargaan atau untuk menghindari hukuman.
o   Internalisasi: Seorang target memiliki komitmen untuk mendukung dan menerapkan proposal yang diajukan oleh pemimpin terlihat seperti diharapkan secara intrinsik dan sesuai dalam hubungannya dengan nilai, keyakinan dan citra pribadi dari target.
o   Identifikasi Personal: Seorang target meniru perilaku pemimpin atau mengambil sikap yang sama agar disukai oleh pemimpin


















Sumber:
Thoha, Miftah. 2003. Kepemimpinan dalam Suatu Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Winardi. 1990. Kepemimpinan dalam Manajemen. Bandung: Rineka Cipta.